RUANG BERJENJANG

Kita sering melihat permainan ruangan yang memberikan permainan ketinggian lantai antar ruangan yang berbeda kegunaan atau fungsi. Ruangan-ruangan tersebut mempunyai suatu ikatan yang dari masing-masing jenisnya. Perbedaan posisi dan ketinggian, proporsi dan skala dapata memberikan sensasi aliran antara ruangan satu dengan lainnya. Jika kita dapat memberikan suasana ini dapat dperkirakan bahwa ruangan-ruangan tersebut dapat membawa sebuah dorongan spirit yang membawa perubahan dalam setiap penikmatan masing-masing ruangan.

Sebenarnya terdapat beberapa alas an yang mendasari munculnya ruangan dengan model berjenjang tersebut. Ruangan-ruangan berjenjang tersebut dapat muncul dengan alas an karena menyesuaikan dengan kondisi lahan yang memang terdapat perbedaan ketinggian dalam beberapa koordinat lahannya. Biasanya daerah-daerah pegunungan yang rata mempunyai kemiringan lahan, merupakan alas an yang kuat untuk membuat rumah dengan teknik berjenjang. Penyesuaian memang akan selalu dilakukan dengan teknik memotong dan mengurug lahan untuk menyesuaikan ketinggian lantai. Alasan lain yang mungkin terjadi adalah menaikkan ketinggian sebagian lantai agar menonjolkan salah satu atau beberapa ruangan saja sehingga terjadi focus perhatian terhadap ruangan tersebut.

Dalam kenyataannya kita juga sering menemui ruang yang berjenjang yang muncul karena ketidak sengajaan
pemiliknya. Ruangan tersebut merupakan reaksi dari suatu kondisi yang tidak menguntungkan seperti banjir. Mungkin saja orang akan hanya menaikkan bagian lantai depan, seperti ruang tamu atau ruangan yang posisinya berhadapan dengan daerah yang banjir langsung, agar air tidak masuk kedalam rumah tersebut. Ruangan-ruangan yang muncul karena kondisi tersebut memang kebanyakan tidak mempunyai komposisi setetika yang terencana. Tulisan memfokuskan pada ruangan-ruangan yang memang direncanakan dengan model berjenjang.

Fokus ruangan

Dalam usaha untuk membuat suatu ruangan menjadi ‘point of interest’ seorang perancang akan membuat perbedaan terhadap karakteristik ruangan tersebut. Ruangan dalam kehadirannya mempunyai aspek penentu berupa elemen-elemen penyusun yang dapat disesuaikan kehadirannya dengan tujuan tertentu. Salah satu teknik yang dapat kita lakukan diantaranya adalah membuat proporsi atau skala secara vertical berbeda dengan ruangan lainnya. Jika kita dapat membuat lantai ruangan keluarga lebih rendah atau lebih tenggelam dari ruangan tamu dan ruangan yang berhubungan langsung dengan ruangan ini, ruangan keluarga mempunyai kesempatan untuk tampil berbeda dari ruangan yang lain. Kita akan merasakan perubahan terhadap proporsi ruangan dan elevasi horisontalnya terhadap perjalanan ruang yang kita rasakan. Tentunya
kondisi ini akan memberikan magnet perhatian yang memberikan perasaan dinamika ruangan.

Ruangan-ruangan berjenjang mempunyai banyak jenis dalam penerapannya di dalam eksistensi ruang. Ruangan berjenjang dapat memberikan sensai tersendiri dalam hal penikmatan. Ruangan berjenjang berbeda dengan ruangan bertingkat. Jika ruanga bertingkat mempunyai ketinggian yang sesuai standar umum. Kita sehari-hari lebih mengenal dengan istilah lantai satu , lantai dua/atas, dst. Ruangan berjenjang mempunyai

rentang ketinggian diantara dua lantai bertingkat. Keterikatan antara ruangan yang berhubungan langsung masih terasa kuat dalam ruangan berjenjang. Rasa keterlingkupan , kedekatan, ekslusif akan muncul dalam permainan ruangan berjenjang. Sensasi tersebut muncul akibat perubahan volume dan posisi gravitasi seseorang terhadap koordinat ruangan tersebut. Anda dapat membandingkan dengan ketika anda berada pada posisi di ketinggian dengan posisi anda pada waktu di elevasi yang lebih bawah. Sensasi ini sebenarnya juga akibat logis dari sistim realitas yang dipahami oleh otak kita. Jika kita mengukur dan membuat kategorisasi , parameter yang mungkin dapat dipakai adalah proporsi ketinggian manusia sebagai elemen penikmat ruangan tersebut. Beberapa jenis ruangan yang sering di hubungkan secara berjenjang biasanya mempunyai fungsi yang dikaitkan dalam penikmatan estetika ruangan. Penikmatan ruangan salah satu aspek penentu terbesar nya adalah volume ruangan tersebut. Volume akan ditentukan oleh ukuran panjang lebar dan ketinggian. Ruangan keluarga merupakan contoh umum untuk ruangan yang biasanya dikonsepkan berjenjang. Selain itu ruang tamu juga merupakan obyek yang menarik diterapkan konsep berjenjang ini. Jika anda ingin membuat ruangan perantara yang menghubungkan beberapa ruangan, ruangan berjenjang merupakan alternatif yang perlu dicoba. Jika kita pernah berkunjung di beberapa hotel di daerah pegunungan kita dapat melihat ruangan-ruangan yang direncanakan dan dibangun secara berjejang. Antara pintu masuk kemudian ke lobbi , kemudian juga menuju antara kamar satu dengan kamar yang lainnya, semua dihubungkan dengan teknik berjenjang.

Keunikan ruangan split

Sebagian besar tujuan dari penggunaan ruangan berjejnjang ini adalah untuk memberikan sensasi aliran ruangan agar terasa gerakan yang menuju ke ruangan ruangan yang saling berhubungan. Tujuan tersebut merupakan secara umum yang dilakukan setiap pembuatan ruangan berjenjang. Ruangan berjejnjang jug amerupakan sarana aktualisasi dari suatu ruangan tentang batas teritorialnya. Kita juga sering malihat adanya denah ruangan dengan konsep open space. Untuk memberikan batas ruangan dengan cara menggunakan teknik berjenjang yang membatasi teriotorial masing fungsi ruangan tersebut. Batas batas dengan teknik ruangan berjenjang ini memang tidak solid seperti ruangan berbatas dinding langsung. Namun efek estetika dan hubungan ruangan jauh lebih bagus dalam hal penikamatannya. Selain kedua hal tersebut diatas memperkuat eksistensi dari suatu ruangan juga merupakan hal lain yang diharapkan dari suatu permainan ruangan berjenjang. Kita sering mengharapkan salah satu ruangan yang kita punyai menjadi pusat orientasi dari ruangan-ruangan lainnya dalam suatu bangunan rumah. Usaha yang dilakukan yaitudengan mengolah aspek proporsi dan skala ruangan tersebut. Perubahan tersebut berakibat perubahan volume ruangan sehingga terdapat kemungkinan besar terbentuknya ruangan ruangan yang berjenjang. Dalam kenyataannya pengolahan ruang berjenjang jauh lebih variatif dari tujuan awalnya. Permainan dengan

teknik split ini berkembang dengan ruangan berjenjang ganda (multiple split level). Sehingga terdapat ruangan-ruangan yang dapat berhubungan dalam satu volume ruangan. Dalam satu volume ruangan kita dapat memberikan permainan yang menghubungkan beberapa fungsi yang berbeda. Teknik masih memungkinkan seorang perancang dapat membuat permainan yang lebih radikal. Sehingga kemungkinan akan terbentuk ruangan-ruangan yang mempunyai tipologi menyerupai komposisi ruangan organic. Komposisi ruangan-ruangan yang disusun berdasarkan teknik berjenjang ini memberikan suatu sensasi baru dalam mewujudkan suatu tatanan unik dari ruangan-ruangan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s