Lantai kaca ; Psikologi Ruang Arsitektur

Pernahkah anda merasa takut terhadap kekuatan ruang dalam menekan pikiran anda? mungkin anda perlu mencoba untuk membuktikan teori ketakutan terhadap ruang.

Ruang yang terlalu luas tak berbatas memberikan efek kehilangan orientasi terhadap sesorang. ruang dengan batas definitif yang sempit juga memberikan ketegangan secara psikologis bagi manusia.

13611128310

Iklan

33 Principles of Educational Design

heading-research-studio

Jeffery A. Lackney, Ph.D., A.I.A., R.E.F.P.
Engineering Professional Development
University of WisconsinMadison

Updated: February 2003

blajar kelas

The National Clearinghouse for Educational Facilities is sponsored by the U.S. Department of Education to provide information resources on K-12 school facility planning, financing, design, construction, operations and maintenance. For more information about the Clearinghouse see http://www.edfacilities.org.

(more …research-projects)

STRANGER CITY ; DO YOU WANT TO KNOW ?

strangercity1

www.FunAndFunOnly.net

www.FunAndFunOnly.net

www.FunAndFunOnly.net

www.FunAndFunOnly.net

www.FunAndFunOnly.net



www.FunAndFunOnly.net


www.FunAndFunOnly.net

www.FunAndFunOnly.net


www.FunAndFunOnly.net


www.FunAndFunOnly.net


www.FunAndFunOnly.net


Really strange city. Interesting, do you want to know where is it located?

Its in Greece


Visual Database of Modern Dutch Tropical Architecture in Indonesia

Visual Database of Modern Dutch Tropical Architecture in Indonesia

Project Number : R-295-000-017-112

Principal Investigator : Dr. Johannes Widodo
Collaborator : Dr. Wong Yunn Chii

Department of Architecture
School of Design and Environment
National University of Singapore

model-kolonial

Indonesia sangat melimpah dengan produk dari arsitektur kolonial. Berlangsungnya kolonialisme yang memakan waktu cukup panjang memberikan peninggalan yang cukup banyak. Jangka panjang tersebut menghasilkan budaya yang melekat dan mengakar dalam bagi rakyat Indonesia. Melihat hasil yang berupa artefak tentu kita akan mengingat salah satunya adalah arsitektur bangunan kolonial. Dengan luasnya wilayah jajahan di Indonesai maka produk arsitektur juga tersebar kedalam wilayah yang luas.

Pulau Jawa sebagai pusat kekuasaan kolonial memberikan kenangan yang cukup banyak. Banyak bangunan-bangunan kolonial yang masih tersisa di bagian bagian kota ataupun pelosok desa. Fungsi-fungsi bangunan tersebut tentunya sudah berubah disesuaikan dengan kebutuhan ruang aktifitas yang ada sekarang.

Situs ini menyediakan database secara terbatas terhadap bangunan-bangunan kolonial belanda yang terdapat di beberapa kota di pulau Jawa. Bangunan tersebut dibedakan dan dikategorikan menurut tatanan dan bentuk dari ruangan yang terdapat dalam bangunan tersebut. Jika diperhatikan dari hasil identifikasi 3D beberapa model bangunan yang ada, kita dapat membedakan dari susunan bangunan utama dan bangunan penunjangnya. Susunan ruang bangunan kolonial selalu memisahkan fungsi utama dan penunjang secara jelas.

Database ini mungkin menjadi bagian yang penting untuk melakukan penelitian, pembahasan, atau penulisan terhadap bangunan-bangunankolonial yang terdapat si pulau Jawa khususnya atau Indonesia umumnya.

Detail….http://www.arch.nus.edu.sg/casa/projects/tropical_ind/index.html

PREDICTED MEAN VOTE (PMV); SEBAGAI THERMAL INDEX

PMV (PREDICTED MEAN VOTE) SEBAGAI THERMAL INDEX

THERMAL COMFORT

Professor Fanger dari Technical University of Denmark beranggapan bahwa thermal comfort didefinisikan sebagai istilah keadaan fisik tubuh yang lebih baik daripada keadaan fisik lingkungan, apa yang benar-benar kita rasakan adalah suhu kulit dan bukan suhu udara. Untuk kenyaman termal dibutuhkan:

· Thermal balance, yaitu nilai heat loss = nilai heat gain.

Hal ini penting tapi bukan kondisi yang cukup untuk kenyamanan, misalnya berkeringat bisa membawa kepada keseimbangan termal tapi bisa jadi tidak nyaman.

· Mean skin temperature, harus berada pada level yang tepat untuk kenyamanan (temperatur kulit untuk kenyamanan berkurang dengan bertambahnya aktivitas).

· Sweating, kenyamanan adalah fungsi dari nilai sweating yang disukai, yang mana juga merupakan fungsi aktivitas dan metabolic rate.

Terdapat beberapa standart yang menentukan kenyamanan thermal. Dalam ISO STANDARD 7730 disebutkan bahwa standart kenyamanan termal adalah sebagai berikut:

  • Pada standard ini, kenyamanan thermal didefinisikan sebagai kondisi pikiran yang mengekspresikan kepuasan thermal terhadap lingkungan thermal
  • Standard menghadirkan metode untuk memperkirakan sensasi thermal dan derajat ketidakpuasan thermal (thermal dissatisfaction) manusia
  • Menetapkan kondisi lingkungan yang bisa diterima untuk kenyamanan
  • Menggunakan lingkungan indoor di mana tujuannya adalah untuk mencapai kenyamanan thermal, atau lingkungan indoor di mana terjadi penyimpangan kenyamanan.

Baca Lebih Lanjut……(pmv.pdf)

TANGGAP ALAM BANGUNAN; KAMIICHI MOUNTAIN PAVILION, JEPANG (2)


ditail2

Respon Arsitektur

terhadap lingkungan

Beberapa aspek dalam pembahasan respon bangunan terhadap lingkungan dibagi dalam bagian –bagian tersendiri. Pembagian pembahasan dimaksudkan agar mudah dalam membaca aspek-aspek yang ditonjolkan dalam perancangan dan aspek tidak menjadio prioritas dalam perancangan bangunan Kamiichi Moutain Pavilion ini.

Analisis Lokasi

Iklim

Lokasi dari Kamiichi Mountain Pavilion ini terletak dalam deretan tanah batuan didaerah tepian sungai yang dipakai sebagai tempat aliran es yang mencair(meltwater). Ketinggian daerah ini adalah 2500 meter didaerah pegunungan bagian utara Jepang. Dapat dibayangkan bahwa bangunan ini menempati wilayah pegunungan sehingga termasuk dalam wilayah iklim pegunungan. Dengan lingkungan yang secara konsisten dingin (ketinggian 2500) maka dapat dipastikan lebih banyak panas yang dibutuhkan, bukan pendinginan. Namun konsep pemanasan tidak dibutuhkan secara aktif , karena bangunan ini memang lebih cenderung bertujuan sebagai tempat orientasi dan transit bagi pendaki gunung bukan sebagai tempat tinggal permanen. Tidak terdapat analisis khusus dalam menentukan lokasi bangunan ini, karena kemungkinan besar penempatan bangunan ini lebih banyak tergantung pada jalur dan jarak pendakian yang biasa dilakukan para pendaki gunung salju.

Topografi

Gbr. Site yang berkontur memberi pengaruh pada orientasi

layoutPosisi dari bangunan ini terletak pada deretan batuan di tepi sungai yang biasa dialiri air dari es cair(meltwater). Bangunan pavilion ini memang berfungsi sebagai tempat transit para pendaki gunung. Sehingga jalur pendakian mungkin lebih menjadi perhatian. Bangunan ini yang jelas menghadap ke sungai dan membelakangi dataran yang lebih tinggi.

Tipologi yang selalu menghadap ke arah lebih rendah (arah lembah)secara umum banyak dipakai pada bangunan-bangunan yang dibangun dilereng gunung. Hal ini merupakan respon umum yang dilakukan untuk mendapatkan view(pandangan). Dalam topografi pada tanah kontur arah hadap menuju area yang lebih rendah bukan saja masalah kenyamanan pandangan namun juga terhadap arah datang sinar matahari yang cenderung lebih banyak dari arah turun.

Vegetasi

Gbr. Tampak bangunan dari arah sungai latar vegetasi

tampakSecara teori vegetasi memberikan pengalaman ruang tersendiri bagi hunian. Dalam bangunan yang digunakan sebagai hunian permanen, biasanya vegetasi mempunyai pengaruh dalam shading terhadap sinar matahari langsung. Vegetasi yang terdapat disekitar bangunan Kamiichi mountain pavilion , meskipun tidak diketahui waktu tanamnya, tanaman tersebut mempunyai fungsi secara langsung sebagai penghalang atau penghambat aliran udara (angin) yang secara langsung menghembus dari arah pegunungan. Aliran udara dari arah pegunungan mempunyai kapasitas sebagai faktor yang menambah dingin bangunan pavilion ini. Jadi vegetasi yang berada pada posisi belakang bangunan, arah yang lebih tinggi, merupakan fungsi shelter-belt untuk memproteksi site atau bangunan terhadap angin dingin yang menerpa bangunan ini.

Arah Matahari

Gbr. Bangunan mempunyai vertikalitas besar

photo-buildArah datang sinar matahari mempengaruhi secara langsung setiap posisi bangunan pada tipe iklim apapun. Terutama pada bangunan-bangunan yang mempunyai lokasi pada pegunungan. Pada pegunungan permukaan yang terkena sinar matahari berada pada setengah sisi dari gunung tersebut, sedangkan setengah bagian lagi suatu saat tidak terkena terkena sinar matahari, apalagi pada daerah yang mempunyai latitude yang besar seperti lokasi Kamiichi pavilion ini. Melihat citra foto yang terlihat bangunan terletak pada bagian yang sempat menikmati sinar matahari dengan indikator beberapa tanaman yang cukup subur tumbuh sebagai latar belakang.

Bentuk Bangunan

Ruangan

Ruangan pada bangunan pavilion ini sangat sederhana. Hal tersebut disebabkan karena bangunan ini tidak dipersiapkan untuk hunian yang dipakai dalam waktu menetap lama. Melihat fungsinya bangunan ini lebih banyak berfungsi sebagai tempat transit bagi para pendaki gunung yang bersalju ini. Sehingga ruangan terlihat hanya dirancang dalam satu tempat yang menyatu tanpa sekat sesuai kegunaan yang biasanya hanya untuk berkumpul dalam suatu ruangan yang dapat melindungi dari angin dan hujan. Seluruh permukaan dinding dan atap langsung berhubungan dengan ruangan didalamnya. Dinding dan atap bangunan mempunyai posisi sebagai shelter yang cepat menyesuaikan dengan kondisi luar bangunan. Cuaca dingin memang tidak dihindari sebab lingkungan yang menyelubunginya aemua dingin. Namun ketika cuaca sudah mulai panas pahan logam yang dipakai sebagai lapisan dinding dan atap akan cepat menghantarkan panas. Logam mempunyai sifat yang cepat menghantarkan panas, hal tersebut cocok bagi tempat yang mempunyai rentang penyinaran yang tidak terlalu lama.

Energi Use

Gbr. Potongan bangunan dengan volume ruangan sederhana

potonganEnergi yang digunakan disini hanya mengandalkan yang diperoleh dari alam. Bangunan ini cenderung mempunyai strategi yang sangat pasif dalam penggunaan energi. Tak energi listrik dalam bangunan ini sehingga untuk mendapatkan energi panas bangunan dibuat sekecil mungkin sesuai kebutuhan untuk sekelompok orang yang dapat secara bersama melakukan kegiatan didalam ruangan ini. Bagian atas bangunan ini terdapat ventilasi pada bagian tepian atap. Dengan volume ruangan yang cukup kecil maka tidak diperlukan energi panas yang banyak. Sehingga dengan menempatkan energi panas sedikit dapat secara cepat terakumulasi dalam bangunan ini

Orientasi

Gbr. Analogi personal terhadap bangunan

orientasi0001Jika kita ingin memahami secara sederhana mengapa orientasi bangunan hampir setiap bangunan yang berada di lereng gunung selalu menghadap arah lembah atau yang lebih rendah , kita dapat melihat ilustrasi pada gambar tentang analogi personal[1] yang dilakukan untuk memahami posisi bangunan terhadap sinar matahari. Bangunan-bangunan yang berada di lereng gunung hampir selalu dianalogikan dengan posisi seseorang yang sedang tidur dalam posisi rata dengan tanah lereng tersebut. Hal tersebut dimaksudkan agar dapat menerima sinar matahari (saat sinar matahari menerangi sisi gunung tersebut) sebanyak-banyaknya. Namun sebenarnya bangunan ini lebih banyak terbantu dalam pengumpulan panas dengan volume ruangan dari pada orientasi bangunan. Hal itu dikarenakan lingkungan sekitarnya lebih kuat pengaruhnya (angin dingin, suhu lingkungan, dll.)

Susunan Ruang

Susunan ruangan dari bangunan ini sangat sederhana, yaitu tidak terdapat egregasi ruangan karena memang tidak dibutuhkan secara fungsi ruang. Lebih penting dari itu adalah volume ruangan tidak dipecah-pecah agar dapat melakukan kegiatan secara bersama. Dari sisi termal jika melakukan api unggun didalam ruangan ini diharapkan dapat menyebar keseluruh bangunan dengan bentang horisontal yang pendek namun mempunyai vertikalitas yang tinggi(sesuai karakteristik api).

Ventilasi

Sehubungan dengan penggunaan energi api unggun (buatan) ventilasi dibutuhkan pada bagian atas. Bagian atap mempunyai ventilasi yang dapat mengeluarkan gas karbon hasil pembakaran agar tidak meracuni penghuni didalam ruangan. Ventilasi tidak dibutuhkan besar sebab tidak dibutuhkan aliran yang kencang untuk mengeluarkan udara tersebut. Ventilasi tidak difungsikan untuk memberikan aliran seperti fungsi pada bangunan tropik.

Bukaan

Bukaan yang terdapat dalam bangunan pavilion ini sangat terbatas. Hal tersebut dapat dimaklumi dengan iklim seperti itu, yang sering hujan dan bersalju. Semakin banyak bukaan akan menghilangkan fungsi utama dari bangunan ini sebagai shelter terhadap angin dingin dan hujan yang sering turun.

Penggunaan Ruangan

Penggunaan ruang pada pavilion ini telah banyak disinggun pada bahasan diatas. Ruang bangunan ini sebenarnya mempunyai frekuensi penggunaan yang tidak terlalu sering, hal tersebut dikarenakan bangunan ini hanya berfungsi transit bagi para pendaki gunung. Penggunaan yang terbatas tersebut menjadi alasan kenapa bangunan ini juga tidak dirancang menggunakan energi tambahan apapun. Konsep penggunaan ruangan tak ada bedanya dengan penggunaan sebuah gua yang dapat digunakan oleh siapapun yang lewat rute ini. Energi tambahan yang direncanakan sebagai suatu sistem akan memberikan konsekuensi pemeliharaan, yang sudah barang tentu juga akan memerlukan energi tambahan lagi.

Bahan Bangunan

Insulasi

Dalam Kamiichi pavilion ini tidak nampak akan usaha untuk memaksimalkan thermal insulation. Hal tersebut dapat dilihat dari potongan banguna yang memperlihatkan betapa sederhananya cara membuat lapisan dinding. Kondisi dingin mungkin sudah merupakan kondisi yang harus diterima. Sehingga bagaimanapun dingin akan tetap terasa bagaimanapun usaha untuk mengaturnya. Justru lapisan tembaga yang menjadi bahan pelapis dinding dan atap merupakan penghantar yang baik untuk panas.

Thermal Mass dan Surface Resistance

Thermal mass tidak menjadi topik menarik perhatian dalam bangunan ini. Yang perlu diperhitungkan justru kecepatan untuk melakukan transfer panas pada saat terdapat sinar matahari. Bangunan ini tidak mementingkan penghimpunan panas dalam waktu yang lama sehubungan dengan penggunaan ruangan yang juga temporer.


[1] Baca bukunya Donna P. Duerk tentang analogi personal, hal. 67

TANGGAP ALAM BANGUNAN; KAMIICHI MOUNTAIN PAVILION, JEPANG (1)


entrance1

Toyama City

Pendahuluan

Obyek kasus yang menjadi bahasan untuk desain lingkungan termal ini mempunyai posisi dan bentuk yang cukup unik. Dari beberapa eksplorasi obyek yang telah kami lakukan Kamiichi merupakan salah satu obyek yang mempunyai karakteristik menyangkut lingkungan yang ditempati dan juga bentuk yang muncul akibat adanya pilihan-pilihan keputusan yang mempertimbangkan spek-aspek genius lokasinya. Dari referensi yang didapat visualisasi tentang lingkungan tempat bangunan ini berada juga memberikan pertimbangan pemilihan.

fig0004Tujuan dari eksplorasi ini juga mengenali karakteristik lingkungan yang mempengaruhi eksistensi bangunan ini. Melihat tampilan bangunan yang muncul memberikan gambaran lingkungan yang terdapat di lokasi pavilion ini mempunyai pengaruh yang kuat. Bentuk yang hamper menghilangkan bagian atap, secara sekilas sangat sulit untuk dibedakan antara atap dan dinding bangunan.

Geografi Toyama

Dari data yang didapat dari situs word climate.com , kota Toyama[1] mempunyai posisi 36.42°N 137.13°E dengan ketinggian dari permukaan laut 9m / 29 feet. Dari posisi latitude tersebut jika dilihat dari klasifikasi Koppen termasuk dalam temperate. Namun jika dilihat dari peta satelit posisi ini dalam cold temperate. Vegetasi yang hidup termasuk dalam zone mountain vegetation, dengan latitude 35-60 sub-zones Alpine. Kota Toyama termasuk dalam pulau Honshu, Jepang, tempat dari kota-kota besar seperti Tokyo dll. Toyama berbatasan langsung dengan pantai yang menghadap laut Jepang. Namun posisinya juga terlindung oleh semenanjung, sehingga posisinya berada pada teluk. Hal tersebut dapat dilihat tdari data ketinggian dari permukaan laut yang hanya 9 meter atau 29 feet.

Sebelah utara dari Toyama adalah pantai yang menghadap ke laut Jepang, sedangkan daerah selatan dan dikelilingi oleh pegunungan. Wilayah barat berbatasan dengan Ishikawa. Secara teknis Toyama berada didataran rendah dan secara umum karena Jepang banyak dikelilingi oleh gunung yang aktif, maka gempa merupakan kondisi yang umum terjadi. Melihat obyek yang berada disekitar pegunungan ini memberikan gambaran posisi bangunan tersebut berada dilereng gunung Tsurugi yang memang mengelilingi kota Toyama.

24-hr Average Temperature[2]

Jan

Feb

Mar

Apr

May

Jun

Jul

Aug

Sep

Oct

Nov

Dec

Year

°C

2.2

2.6

5.8

12.1

16.9

20.7

24.5

26.5

22.0

15.8

10.2

5.6

13.9

°F

36.0

36.7

42.4

53.8

62.4

69.3

76.1

79.7

71.6

60.4

50.4

42.1

57.0

--- WORLD CLIMATE ---Source: TOYAMA data derived from GHCN 1. 115 months between 1981 and 1990

Temperatur

Jika kita lihat data temperatur rata-rata pada tabel diatas merupakan rata-rata data yang diambil dari 115 bulan antara tahun 1981 dan 1990, jadi yang perlu kita cermati sebenarnya adalah data tersebut sebenarnya tidak terlalu mewakili cuaca harian yang terjadi diwilayah Toyama ini. Dalam penjelasan dibawah ini diberikan paparan baik secara makro dan iklim secara mikro yang mempengaruhi kondisi harian di Toyama.[3]

Gbr. Peta Topografi dari Kota Toyama dan sekitanya

toyama2Temperatur yang umum terjadi di Toyama mempunyai kecenderungan dingin dikarenakan bulan-bulan antara Mei-Oktober berada diatas 15 derajat Celcius sampai dengan maksimal rata-rata pada bulan Juli sebesar 26,5 derajat Celcius. Selain bulan tersebut temperature berada dibawah 15 derajat Celcius. Suhu tersebut diatas merupakan suhu rata-rata yang terdapat dikota Toyama. Tentunya kondisi tersebut masih dipengaruhi oleh iklim mikro dari lokasi tertentu. Seperti Obyek Kamiichi Mountain pavilion ini secara logis mempunyai konsekuensi temperatur lokal yang lebih rendah. Bulan Oktober sampai dengan Januari mempunyai suhu yang sangat dingin sehingga memungkinkan air membeku dan terbentuk salju yang menutupi lingkungan pegunungan ini.

Tabel  Day Forecast for Toyama [4]

Sabtu

Minggu

Senin

Selasa

Rabu

53° F | 44° F
12° C | 7° C

57° F | 42° F
14° C | 6° C

53° F | 33° F
12° C | 1° C

59° F | 42° F
15° C | 6° C

50° F | 33° F
10° C | 1° C

Dengan adanya salju dan bekuan es maka bangunan ini mempunyai karakteristik atap yang sangat curam, atau dapat dikatakan cenderung menyatu dengan dindingnya. Beberapa catatan penting yang dapat diperoleh dari pengamatan bulan Maret ini, kondisi riil saat ini berdasarkan pada stasiun pemantau cuaca , memberikan data kecenderungan hujan dengan suhu antara 1 derajat Celcius sampai dengan 15 derajat Celcius.

Didaerah yang agak tinggi berdasarkan pemantauan tanggal 23 maret 2007, dari stasiun Toyama JP, yang mempunyai ketinggian 27 meter/ 89 ft, tercatat data suhu sebesar 12 derajat Celcius dan data lainnya seperti tabel berikut.

Tabel data cuaca pada tanggal 23 Maret 2007

Kelembaban:

38%

Titik Embun:

28 °F / -2 °C

Angin:

17 mph / 28 km/h / 7.7 m/s from the Arah Selatan

Wind Gust:

29 mph / 46 km/h / 12.9 m/s

Tekanan:

29.98 Inch / 1015 hPa

Jarak Pandang:

6.2 Mil / 10.0 Kilometer

UV:

1 out of 16

Clouds:

Few 10000 ft / 3048 m

(Above Ground Level)

Wilayah ini termasuk yang mempunyai kelembaban yang bervariasi antara 50% sampai dengan 80 % dalam rata-rata makro . Namun seperti jenis iklim sub tropical lainnya rentangnya bisa saja dapat berubah banyak dalam tingkat iklim mikro terutama dimusim winter. Dalam kondisi tersebut diatas kota Toyama mempunyai cuaca mendung sebagian.

Topografi

Gbr. Sun path pada wilayah dengan latitude 35 derajat sebagai pembanding

fig0003Permukaan bumi mempunyai pengaruh yang besar terhadap iklim mikro dari suatu tempat(Santamoris,1996). Kota Toyama sendiri berada pada kondisi topografi yang unik, karena berada diantara laut dan pegunungan. Obyek bangunan pavilion ini berada pada posisi dibawah pegunungan, tentu mempunyai konsekuensi terhadap temperatur. Penurunan suhu satu derajat bisa terjadi dalam rentang ketinggian yang cukup kecil rentangnya.

Posisi latitude dari Toyama yang berada disebelah utara equator membuat semakin sedikitnya sinar matahari yang dapat diterima. Wilayah selatan dari Toyama yang dikelilingi oleh pegunungan juga menjadi faktor penentu semakin rendahnya temperatur , karena sinar matahari tidak terlalu banyak diterima. Dengan posisi latitude 36 derajat arah utara maka kemungkinan proses penghimpunan panas matahari yang diterima juga sangat sedikit. Jika dilihat peredaran matahari jalurnya berada diselatan, sebab posisi latitude Toyama berada di utara equator, dengan rentang waktu tertentu. Bulan Juni-Juli mempunyai sun path cukup panjang. Hal tersebut menjelaskan kenapa rata-rata temperatur sekitar bulan Juli paling tinggi seperti data temperatur.

Kelembaban

Kelembaban di wilayah ini mempunyai rentang antara 50 % sampai dengan 80 %. Jika kita lihat pada peta kelembaban sebagian besar Jepang dalam rentang kelembaban ini. Sehubungan dengan kelembaban tersebut terdapat aspek penting juga di Toyama ini tentang suhu dari dewpoint atau suhu dimana terdapat tingkat kejenuhan didalam udara sehingga terjadi hujan, yaitu antara minus 10 derajat Celsius sampai dengan 5 derajat Celsius.

Jika kita melihat perubahan yang terjadi antara siang malam didaerah Toyama, berdasarkan pengukuran distasiun cuaca berketinggian 27 meter, peluang untuk hujan sangat besar sekali. Perubahan antara siang dan malam cenderung cepat besarnya kelembaban dan suhu yang berlangsung. Hal tersebut tidak terlepas dari pengaruh ilim mikro dari wilayah ini. Dan mungkin dari statu daerah tertentu seperti daerah dekat pantai yang mempunyai ketinggian elevasi 9 meter sangat berbeda jauh dengan daerah yang mempunyai elevasi 27 meter diatas permukaan laut.

Salju

Musim Salju merupakan salah satu karakteristik yang terkenal didaerah pegunungan Tsurugi. Kota Toyama merupakan daerah yang menjadi bagian dari wilayah yang berhubungan dengan dengan pegunungan Tsurugi. Kurang lebih selama setengah tahun wilayah ini selalu diliputi salju. Sehingga banyak sungai-sungai yang merupakan tempat mengalirnya air akibat es yang mencair. Terkadang memang masih bercampur dengan bongkahan es yang sedang mengalami proses meleleh. Posisi dari Kamiichi pavilion inipun terletak ditepian sungai yang biasa mengalirkan meltwater. Sehingga setiap waktu pada musim salju sungai ini akan tertutup oleh salju.

Pegunungan Tsurugi merupakan salah satu pegunungan yang terkenal akan saljunya. Banyak para pendaki gunung salju yang melakukan acara pendakian ke wilayah ini. Wilayah-wilayah yang berdekatan dengan daerah pegunungan merupakan daerah yang secara langsung juga mempunyai iklim dan cuaca mengikuti iklim pegunungan ini. Kenapa sangat dipengaruhi oleh pegunungan Tsurugi ? Kita dapat membayangkan bagaimana ketika es tersebut mencair dan terbawa menuju ke area hilir. Tentunya es yang mencair tersebut mempunyai kemampuan menyerap panas yang ada disekitarnya , sehingga membuat suhu disekitarnya menjadi turun dan suasana jadi dingin. Justru ketika cahaya matahari mulai melelehkan bagian atas pegunungan meltwater akan terbawa menuju ke daerah yang lebih rendah sehingga menjadi materi yang menerap segala energi panas yang dilewatinya. Termasuk disini adalah daerah didataran yang yang lebih rendah.


[1] Wilayah ini adalah daerah kota yang dekat dengan teluk Toyama, yang berada pada elevasi 9 meter, posisi ini akan berbeda dengan tempat pengukuran dari stasiun cuaca yang berda pada ketinggian 27 meter.

[2] Rata-rata temperatur ini diambil dalam rentang waktu cukup lama yaitu 115 bulan antara 1981 s.d.1990

[3] Lihat bahasan tentang hubungan dengan kelembaban

[4] Forecast dihitung dari saat pengukuran hari Jum’at, tanggal 23 Maret 2007, yang berwarna merah merupakan suhu pada siang hari, sedangkan biru adalah suhu pada waktu malam hari.