Training Institute of the Korean National University Culture Heritage

Jika kita perhatikan desain dari bangunan fasilitas training ini melakukan kolaborasi antara kultur tradisional dengan kebutuhan moderen dari bangunan ini. Komposisi sangat dipengaruhi oleh kebutuhan dan dan tipologi fungsi ruangan, sehingga menjadi bagian eksistensi kemajuan tradisi bangunan ini. meskipun begitu perancang juga serta merta meninggalkan jatidiri budaya lokal.

knu knucultural1 knucultural2 knucultural11 knucultural16 knucultural18

Iklan

IKLIM MIKRO

Iklim Mikro Surabaya

Kota Surabaya yang terletak pada 7,21 º LS (-7,21) dengan ketinggian dari permukaan laut ± 6 meter. Data pengamatan yang didasarkan pada stasiun pengukuran dari Badan Meteorologi dan Geofísika (BMG) Juanda memberikan gambaran kecenderungan perubahan. Rata-rata kondisi iklim selama 5 tahun (2001-2005) seperti dalam tabel berikut.

Tabel kondisi iklim mikro(2001-2005) dari BMG

tabel

Sumber : penelitian Winarto(2006)

Kondisi iklim mikro ini meliputi data tentang temperatur udara maksimum dan minimum, tingkat kelembaban maksimum dan minimum, jumlah hari hujan beserta curah hujan (mm), lama penyinaran (sunshine duration), kecepatan angin dan kecenderungan arah, dan besarnya radiasi matahari (global irradiance). Kondisi temperatur maksimum dan minimum menjadi faktor penting dalam pengukuran. Dimana dicapai toleransi puncak terhadap masalah kenyamanan termal.

Dari data tersebut diketahui temperatur rata-rata bulan terpanas pada bulan Oktober dan terdingin pada bulan Juli. Data temperatur ini sangat penting karena akan mempengaruhi perhitungan termal dalam bangunan sebagai variabel temperatur outdoor. Sedangkan sunshine duration dan besarnya global irradiance menjadi aspek yang paling penting dalam perhitungan jumlah radiasi yang masuk pada bangunan dan mempengaruhi temperatur dalam bangunan.

Iklim mikro menjadi faktor yang sangat penting secara praktis perancangan sebuah bangunan yang merupakan bagian dari lingkungan. Sebuah bangunan yang tidak mempertimbangkan kondisi temperatur udara lingkungan mempunyai dampak tidak dapat mereduksi kondisi temperatur luar sesuai dengan kebutuhan kita. begitu halnya dengan kelembaban, bangunan pada daerah tropis sangat mementingkan kebutuhan aliran angin dalam membantu mendorong terjadinya penguapan.