Geometri and Kreatifitas

Garis dan bidang dapat dijelaskan dalam dua cara terbentuknya. Garis dan bidang dapat dijelaskan dalam dua cara; (1) secara matematik dengan analisa persamaan(aljabar), atau(2) melalui gambaran geometri dengan bantuan peralatan geometri. Dalam cara yang pertama garis digambarkan dengan teknik secara bertahap sesuai dengan acuan dalam sistim koordinat yang berlaku. Hal tersebut tentunya memerlukan peraturan yang cukup sulit, memerlukan banyak waktu dan tidak selalu tepat; seseorang dapat saja selalu merasa keliru, kehilangan lokasi yang tepat bagi sebuah titik, sehingga muncul garis yang keliru. Untuk ’menggambar’ garis dalam sebuah lahan, yang didasarkan pada formula matematis merupakan pekerjaan yang sangat sulit.
Geometri dapat membantu dalam memahami dan merancang suatu bentuk Bentuk merupakan susunan yang kompleks, garis yang acak adalah garis yang sangat sulit untuk digambarkan. Sedikit sekali garis-garis yang kompleks dan bidang dapat dijelaskan dengan mudah dan akurat, melalui bantuan dari instrumen geometri dan tanpa membutuhkan persamaan matematik. Garis lurus, lingkaran, dan segutiga sama sisi adalah diantara obyek yang paling jelas. Pusat dari sebuah lingkaran dan panjang dari radiusnya adalah bagian yang menunjukkan kekhususan dari lingkaran tersebut. Anda yakin bahwa anda akan selalu mendapatkan lingkaran yang sama dengan pusat dan radius tersebut, tidak ada yang lain. Bentuk yang mempunyai elemen yang pasti dan pasti dapat dijelaskan melalui formula matematis,tetapi ……-         Geometri membantu dengan mudah membuat bentuk yang dimengerti dengan mudah-         Memberi kemampuan untuk menjelaskan menjelaskan bentuk dengan tepat.

–        Dapat memberikan setiap orang merasakan kekuatan dari keberadaan bentuk yang sudah pasti(undeniability) dan kesempurnaan dari bentuk-bentuk geometri.

–         Geometri memberi penyelesaian terhadap geometri dari suatu bentuk,  kemuadian memberi kita seperangkat bentuk siap-pakai yang dapat diolah(manipulated) dalam beberapa cara.

Kemampuan matematis dan keindahan komposisinya menjadi dasar  kemampuan dalam kesejarahan arsitektur Dalam kesejarahan arsitektur dapat digambarkan dalam aturan geomatri yang jelas. Terdapat aturan yang sangat matematis dan keindahan komposisi dari jumlahnya geometri. Teknik tersebut sangat populer dilakukan oleh arsitek-arsitek Renaisans. Kemampuan yang lain mendasari keputusan-keputusan arsitektural dalam bentuk dan bentuk padat 3 dimensi.
Bentuk yang sering dipakai akan menjadi pola tanpa harus dipertanyakan eksistensinya Tidak terdapat argumen dengan kotak dan lingkaran; meskipun terdapat argumen hanya mengenai hubungan proporsi antara sisi-sisi dari kotak tersebut dan hasil bentuk tersebut tersebut dihasilkan dari proses olahan tertentu. Gampangnya kita mengatakan bahwa keindahan dimulai dari sebuah kotak bujursangkar. Hal tersebut menjadi lebih terinci dan rumit pada bentuk-bentuk geometri yang lebih kompleks. Ketika kotak, lingkaran, dan bentuk geometri lainnya tidak menjadi suatu persoalan yang dipertanyakan/ disangsikan keberadaannya maka kondisi tersebut akan membawa keadaan yang semakin umum.
Beberapa bentuk yang menjadi baku dihasilkan dari pemerian bentuk alam Kebakuan formal, apakah yang tak dapat dihindari atau yang sengaja dibuat manusia, menjadi pusat perhatian dari para filsuf, arsitek, dan pemerhati seni sejak jaman kuno. Hal tersebut merupakan penaklukan manusia terhadap alam, sebelum menjadi penakluk dari kualitas pencipta. Plato merupakan orang yang indentik dengan bentuk generik geometri dan aturan tentang bentuk-bentuk geometri, yang lebih dikenal dengan nama platonic solid. Beberapa proporsi lain  juga menyumbangkan pengesampingan terhadap karakteristik manusia. Tidak ada yang mengetahui siapa yang menyumbangkan ”divine proportion” atau ”golden section”.
Dalam dunia analitis tidak terdapat istilah bentuk ’acak’, namun bentuk yang mengikuti rumus (predictable) dan yang tidak mengiktui aturan yang konsisten Dari sebuah sudut pandang analitis, tidak ada yang namanya bentuk acak. Seseorang selalu dapat menjelaskan setiap titik dalam setiap garis. Kita cenderung tidak menyebutnya ”arbitrary” terhadap garis atau bentuk tersebut tetapi dengan istilah titik-titiknya tidak mengikuti suatu aturan analitis formula. Dengan memberi istilah ”arbitrary” kita mengartikan bahwa garis tersebut dapat dijelaskan melalui persamaan-persamaan matematika yang berbeda atau instrumen geometrik dan tidak mengikuti alasan secara umum atau tatanan dalam urutan sebuah formula.
Setiap susunan garis mempunyai penjelasan tersendiri untuk menjelaskan maksudnya. Sebuah garis dikatakan sebuah garis ’acak’(arbitrary), sebuah garis komposit(campuran) yang tidak mengikuti aturan logika umumnya; garis tersebut membutuhkan sebuah penjelasan agar supaya dapat mengkomunikasikan alasan dari susunan konfigurasinya dan meyakinkan kita untuk menerima keberadaannya. Kenapa urutannya khusus tidak seperti umumnya ? kenapa begini ? Kenapa begitu ? Tentunya banyak jawabannya; Dalam suatu topografi pemukiman yang tidak teratur yang mendorong manusia untuk menyesuaikan bangunanya dengan lokasi site, mengikuti topografi kontur dan ketidakteraturan dari tanah lapang, adalah satu. Manusia cukup cerdas menggunakan garis-garis sederhana untuk bangunannya masing-masing, dan dengan bijaksana mengolah topografinya. Bangunan individu sebagian besar mengikuti dalil mengenai geometri. Sebuah kota terkadang dihasilkan dari suatu kombinasi, susunan dari garis yang ”arbitrary”(biasanya mengikuti alam, topografi, dll) dan terkadang mengikuti suatu asas tertentu(Hippodamean grid,square, dll). Kota Mediterranian dan Itali diantaranya yang memenuhi kategori pertama(alam, dll) dan kota Miletus, Priene, Piraeus, Rhodes, Savannah(georgia), dan Philadelphia sebagai contoh yang memenuhi kriteria kedua(berdasar suatu aturan tertentu).
Bagaimanapun goemetri mempunyai daya tarik tersendiri sebagai alternatif perancangan Dari semua ide-ide tersebut diatas , antara matematis vs geometri, bentuk pasti dan bentuk acak, merupakan perhatian pertama ketika kita memulai berhadapan dengan tugas penggambaran, bangunan, dan perancangan. Geometri , bagaimanapun, mempunyai karakter yang luar biasa, daya tarik, sedikit banyak menjadi dasar tersendiri  dalam kreatifitas dibidang arsitektur. Kita sebaiknya menganggap sebagai isu yang penting dalam usaha untuk mencapai penghargaan(apresiasi) khusus terhadap geometri.
The Appeal of GeometryDaya tarik geometri banyak mempengaruhi pemikiran manusia termasuk  para arsitek dalam merancang. Hal tersebut dikarenakan banyaknya kemudahan dalam perancangan. Geometri menjadi banyak acuan dalam masa lalu. Filsuf dan arsitek sebelumnya banyak yang menjadi ahli matematis dan geometris. Geometri telah menjadi tumpuan bagi sains, property, sebagai’senajata rahasia’ dari seorang pemimpin dan raja-raja untuk mempertahankan kekuasaannya terhadap yang lain. Mereka menggunakan untuk mengukur tanah, menentukan jaraj bintang, juga untuk navigasi. Pada awalnya geometri ibarat senjata, penggunaannya menjadi sangat terkenal. Disamping banyaknya penggunaan secara aktual, geometri juga memberikan kesan psikologis yang berbeda. Geometri juga memberi keasikan tersendiri dalam aturan tertentu pada obyek bangunan peribadatan yang dipertanyakan kedudukannya, dan keabadian mereke sendiri dengan interpretasi baru. Mereka memberi jalan baru dalam menyelesaikan permasalahan dan seterusnya menghasilkan keraguan terhadap universalitas dari posisi yang dipegang sebelumnya. Arsitek merupakan penggemar dan pengguna dari geometri. Mereka mennemukan geometri Euclidean yaitu sebuah sistim menyeluruh dari aturan dan kebenaran dasar diamana mereka dapat membuat keputusan-keputusan praktis dan secepat mungkin membangun bangunan tersebut. Terdapat beberapa alasan kenapa arsitek sangat menyenangi geometri:-         memberikan mereka alat gambar yang pasti- membuat rasa nyaman karena dapat dengan mudah untuk mengulang dan membuat kopiannya

– menawarkan kebebasan yang luarbiasa dengan bentuk-betuk yang terseleksi

–   memberikan gambaran penghormatan terhadap duniawi, dalam proses mendekatkan kepada Pencipta

–    Memberikan jaminan psikologis

–  Memberikan kekuatan menyatukan persepsi dalam komunikasi

–     Menawarkan waktu lebih banyak untuk mengeksplorasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s