Makna Ruang Terbuka

RUANG TERBUKA
Kita sering melihat anak-anak kecil bermain diarea-area sempit antara ruangan-ruangan gedung atau bangunan. Bahkan kita juga menyakasikan riang nya mereka berlarian dia pinggir jalanan depan rumah kita. Jalanpun sudah menjadi suatu ruang public yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana penunjang transportasi namun juga berfungsi sebagai tempat untuk sarana bermain anak-anak. Bahkan orang-orang dewasapun menggunakan untuk saran tempat permainan olahraga seperti badminton atau sepak bola.
Kenyataan tersebut memberikan gambaran kapada kita semua bahwa tempat-tempat untuk mengadakan sosialisasi diri terutama untuk bermain dan berkumpul semakin menjadi sesuatu yang langka atau susah didapat. Kondisi tersebut paling sering kita temukan diwilayah perkotaan dengan tingkat kepadatan yang tinggi. Tempat tempat bersosialisasi cenderung membentuk suatu komunitas yang ekslusif. Segmentasi berdasarkan capital sudah menjadi barang yang umum untuk dinikmati. Permainan dan tempat untuk menikmati sistim hubungan social dan orientasi secara horizontal dengan personal lainnya sudah harus dilakukan dengan mengeluarkan sejumlah financial. Ukuran-ukuran hubungan social menjadi semakin materialistic tanpa didasari naluri dasar manusia untuk mengenali masing-masing individu dalam tingkat yang alami. Tempat bermain dalam bentuk ruang terbuka dalam suatu komunitas kawasan dengan gambaran alami untuk mengadakan sosialisasi menjadi sesuatu yang sangat jarang kita temukan. Mungkin dibenak kita sekarang muncul beberap pertanyaan yang menggelitik, kenapa kondisi tersebut muncul ?
Diera tahun 90-an kita masih dapat melihat adanya ruang-ruang lebar yang muncul dalam setiap komunitas hunian masyarakat. Dengan suatu penataan yang mengharapakan adanya kondisi ideal dalam berkomunikasi secara horizontal maka muncul ruang-ruang terbuka yang berfungsi sebagai sarana untuk bermain atau berkegiatan lainnya. Seiring dengan pertumbuhan penduduk yang pesat sekali tanpa ampun lagi pengorbanan dari ruang ruang terbuka tersebut menjadi sangat besar. Setiap jengkal tanah yang masih kosong menjadi sesuatu tambang emas yang harus diperebutkan. Apakah memang diperlukan dalam setiap komunitas social tersebut terdapat ruang terbuka yang dapat berfungsi sebagai ruang bermain ?

Naluri Berkumpul
Dalam sistim social masyarakat dapat dipastikan manusia pada dasarnya selalu ingin dapat berintaraksi dengan individu diluar dirinya sendiri. Kondisi tersebut merupakan keinginan dasar secara alami yang mungkin harus terpenuhi. Manusia juga memerlukan orientasi terhadap orang sehingga seseorang dapat mengukur keberdaan dirinya dalam suatu derajat eksistensi tertentu. Bertolak dari nilai-nilai tersebut seseorang dapat mengembangkan dirinya, memperkaya eksistensinya baik secara fisik maupun psikis sehingga terjadi suatu kondisi yang yang lebih beradab dan bermartabat. Dalam melakukan perwujudan tatanan social seperti itu dipersyaratkan adanya suatu wadah social yang dapat menampung aktifitas-aktifitas yang dilakukan secara komunal bagi kelompok masyarakat tersebut.
Kelompok masyarakat yang berkumpul tentunya akan membuahkan suatu organisasi tempat dalam suatu dimensi tertentu. Dimensi tersebut sering kita memberikan nama ruang.

Wadah Kegiatan
Dalam suatu kegiatan atau aktifitas manusia selalu dibutuhkan yang namanya ruang. Ruang merupakan bagian dari dunia yang kita tempati ini diluar bneda-benda fisik yang ada. Kita selalu berhadapan dengan ruang umum yang menjadi tempat kita dalam berkatifitas mengikuti sistim masyarakat. Ruang menjadi sesuatu yang tidak dapat kita tolak keberadaanya dalam melakukan aktifitas. Dengan kata lain bahwa setiap kegiatan manusia selalu membutuhkan ruang.
Kegiatan-kegitan dalam kerangka komunitas kecil kita menjumpai dan melakukan dalam organisasi masyarakt yang lebih yaitu rumah kita sendiri. Didalam rumah segala aktifitas ditampung dengan merencanakan adanya ruang keluarga, ruang tamu, ruang tidur, dapur, dan lain-lainnya. Setiap kegiatan ditampung dalam volume tempat yang mempunyai jenis ukuran yang berbeda. Pemenuhan tempat terhadap setiap aktifitas merupakan sarana social dalam memenuhi kebutuhan eksistensi dan orientasi komunitas tersebut.
Jika kita analogikan dalam konteks yang lebih luas, proses tersebut juga dilakukan dalam komunitas sebuah kawasan perumahan. Setiap kelompok akan membutuhkan tempat untuk melakukan aktifitas aktualisasi dengan ruang ruang umum. Ruang-ruang umu tersebut akan menjadi tempat dalam proses social secara keseluruhan.
Sebagai wadah untuk melakukan ktifitas tertentu konsekuensinya dipastikan akan mempunyai proporsi dan skala dari kapasitas ruang tersebut.dalam suatu komunitas yang perumahan yang sangat besar sudah barang tentu akan mebutuhkan perbandingan ruang yang besar pula. Besar dari ruang teresbut sangat tergantung dari jumlah pengguna atau rasio dari penduduk perumahan tersebut.
Sebagai tempat berkegiatan tentu menyangkut persoalan ukuran-ukuran fisik yang dapat dipakai dalam kegiatan atau aktifitas. Kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan dalam ruang tersebut tentu akan sangat mempengaruhi terhadap bentuk ataupu kebutuhan luasan ruang tersebut. Ruang-ruang terbuka yang luas sudah barang tentu akan dapat dipakai untuk beraktifitas dengan mobilitas pergerakan yang tinggi.

Fungsi Penyangga
Kita ketahui kota Surabaya prosentase ruang untuk menampung serapan air sudah sangat sedikit. Sebaliknya kepadatan penduduk baik yang menetap maupun tidak menetap berbanding terbalik. Ruang ruang terbuka sebenarnya mempunyai peranan jauh lebih besar. Sebagai permukaan diatas bumi yang masih berkomunikasi langsung dengan udara langsung, ruang ini melakukan fungsi sebagai aksesibitas bagi lalu lintas air hujan yang jatuh menujun serapan bumi. Sehingga ruang ini memberikan dukungan bagi proses keseimbangan siklus air mulai dari penguapan, menjadi awan, kemudian jatuh ke permukaan tanah menjadi air hujan yang diserap kembali kedalam tanah. Dari air tanah tersebut eksploitasi dilakukan oleh semua makhluk hidup untuk keperluan minum, pertumbuhan tanaman, dan semua kepentingan diatas permukaan tanah. Secara logika semakin sedikit permukaan tanah yang terbuka untu berhubungan langsung dengan udara bebas semakin sedikit pula pintu-pintu aliran air menuju ke dalam tanah.
Jelas bagi kita sebenarnya fungsi ruang terbuka hijau tersebut selain untuk keperluan aktifitas fisik bagi manusia juga berfungsi sebagai pengendali akan siklus pergerakan penyediaan air tanah bagi kehidupan. Dengan terpeliharanya siklus berarti juga terpelihara ketersediaan air tanah sebagai penyokong keberlanjutan lingkungan.

Beberapa argumentasi diatas sebenarnya merupakan sebagian dari pembuktian kegunaan dari ruangruang terbuka. Penting sekali untuk memahami ruang terbuka dari berbagai fungsi kegunaannya bagi lingkungannya. Persoalan yang mungkin perlu kita pertajam penyelesaiannya adalah bagaimana menghadirkan ruang-ruang terbuka tersebut dalam suatu penataan yang baik dan optimal. Kita harus memperhitungkan komposisi yang baik dalam perbandingan antara kepadatan lingkungan dengan ruang terbuka yang akan dihadirkan.

Sensasi kebebasan ruang
Ruang terbuka sebenarnya secara tidak kita sadari mempunyai efek psikologis terhadap proses penikmatan ruang. Jika kita berada dalam ruang sempit akan terasa berbeda dengan perasaan kita pada waktu berada dalam ruangan terbuka. Kemampuan indera kita untuk mengubah perasaan kita melalui perbedaan sensasi dalam hal penikmatan ruang, memberikan potensi untuk dapat memanipulasi perasaan kita. Dengan adanya perasaan yang lebih nyaman, bebas, lepas dari penat dalam menikmati ruang terbuka menjadi alas an utama bagi kita untu membentuk ruang terbuka berupa taman-taman dalam rumah atau berupa ruang terbuka ditengah-tengah massa bangunan.
Secara ekstrim kita akan melihat perbedaan secara psikologis dari hunia penjara dengan hunian normal. Orang yang menghuni penjara akan lebih cenderung tertekan daripada orang yang menempati ruangan normal. Teori ini juga dapat kita analogkan dengan kondisi permainan ruang-ruang terbuka diantara ruang-ruang yang rapat. Karena nilai kenikmatan yang lebih besar inilah kita dihadapkan pada komersialisasi bagi rumah-rumah yang berada dekat ruang terbuka dalam suatu kawasan perumahan. Jika anda akan membuat konfigurasi ruang mungkin ada perlunya untuk memperhitungkan teori tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s