Apakah Pemrograman Arsitektur?

[diterjemahkan secara pribadi dari Duerk]

Tulisan ini tentang Perancangan arsitektur. Bagian awal dari proses desain adalah pemrograman . Tulisan ini diperuntukkan bagi mereka yang ingin melakukan perograman arsitektur dan ingin mengetahui lebih jauh tentang pertanyaan yang benar dalam waktu yang tepat.

Definisi
Kamus Webster (1966) Mendefinisikan program sebagai “perencanaan prosedur”. Pemrograman arsitektur adalah proses pengaturan informasi sehingga informasi yang benar dapat secara tepat posisinya dalam proses desain dan keutusan yang tepat dapat dilakukan untuk mempertajam hasil dari desain bangunan tersebut.
Pemrograman merupakan proses kreatif secara terstruktur terhadap harapan, keinginan, dan hasrat dari wujud bangunan nantinya.
Pemrograman juga merupakan perencanaan prosedur dan organisasi dari semua bagian sumber daya sudah tentu untuk membuat desain dalam suatu kontek dan persyaratan yang spesifik.
Pemrograman adalah pengumpulan, pengorganisasian, analisa, peng-interpretasi-an, dan pemaparan dari informasi yang relevan untuk proyek yang didesain.
Untuk memudahkan pemahaman beberapa aktifitas tersebut maka pemrograman dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :
1. Analisis dari kondisi eksisting, yaitu analisa site, profil pengguna, kode, batasan dan iklim.
2. Proyeksi masa depan, yaitu beberapa criteria desain yang harus dipertemukan atau diselesaikan agar supaya cocok dan termasuk disini adalah misi, tujuan, konsep, dan persyaratan tampilan(performance).

Saya juga menyodorkan penggunaan isu desain sebagai alat penyaring untuk berbagai informasi atau data tentang kondisi eksisting dan sebagai topic untuk membangun tujuan, persyaratan tampilan dan konsep yang dibuat untuk membuat penjelasan kondisi masa depan.
Isu desain adalah pendifinisian sejauh mana wilayah garap dari permintaan dari tanggapan desain.

Siklus
Proses Desain

Proses Desain sering dianggap sebaga pengulangan secara terus menerus, siklus menuju suatu detail yang diinginkan. Pemrograman memberi seorang perancang atura-aturan untuk mengontrol informasi dalam setiap tahap detail.

Aturan Dokumen Program
Dokumen program menentukan misi (harapan) dari proyek. Dokumen tersebut juga merupakan kumpulan semua keputusan dari batas dan arah dari proyek. Ini merupakan kontrak resmi dari klien dan arsitek tentang kulaitas dari hasil (tujuan) dari proyek dan konteks (kondisi eksisting) dimana proyek tersebut dikerjakan.
Desain dipenuhi dengan harapan, tujuan-tujuan, keputusan desain yang berusaha untuk menyelesaikan banyak konflik yang muncul sehingga hasilnya mengarah pada kemungkinan terbaik atau seimbang, dimana membuat kemungkinan terbaik dalam kualitas hidup.

Kondisi Eksisting
Analisa merupakan bagian dari proses pemrograman yang bertugas meng-eksplorasi dan menjelaskan kondisi eksisting atau konteks dimana suatu desain sedang dikerjakan. Dalam pemrograman, antara kemampuan membuat sintesa dan dan analisa merupakan bagian penting untuk menghasilkan penegasan terhadap kondisi masa depan, persyaratan keberhasilan proyek dan pembuatan tujuan, persyaratan tampilan dan konsep.
Webster’s (1966) mendefinisikan analisa sebagai,
“a breaking up of any whole into its parts so as to find out their nature, function, etc.”
dan sintesa sebagai,
“The putting together of parts or elements so as to form a whole”.

Pengumpulan dan analisis data tentang kondisi eksisting atau konteks dari desain adalah tahap yang sangat penting terhadap keberhasilan dalam memahami batasan dan kemungkinan dari problem desain.

Pengaturan Kerangka Kerja
Pena(1987) dalam tulisannya memutuskan untuk membagi isu desain dalam 4 kategori yaitu, bentuk, fungsi, ekonomi, waktu. Palmer(1981) membuat 3 kategori untuk desain isu yaitu, factor manusia, factor fisik, dan factor eksternal. White(1972) mengkonsentrasikan tentang pembuatan daftar fakta dari kondisi eksisting dan menggunkan kategori proyek umum, klien, keuangan, kode, perencanaan dihubungkan dengan organisasi, fungsi, site, iklim dan pertumbuhan, dan perubahan. Tulisan ini memaparkan tentang penggunan isu desain sebagai alat pengkategoorian untuk mengorganisasi informasi desain dengan fakta yang ada, value, Goals, Perfomance Requirements, and Concepts.
Masing-masing ahli pemrograman atau proyek mungkin mempunyai format yang berbeda dalam mengorganisasikan data. Inti sebenarnya adalah harus ada suatu kerangka kerja untuk pengaturan yang memungkinkan seorang programmer dapat melacak informasi yang tertinggal, hilang atau tidak berguna.

Kondisi Masa Depan
Untuk memproyeksikan kebutuhan yang akan dating, programmer harus membuat konsep untuk mempertemukan harapan besarnya proyek dan masing-masing bagian. Proposal untuk kondisi masa depan atau desain yang sempurna adalah suatu pernyataan untuk mendekati tingkat dari hasil rancangan gedung tersebut. Harapan desain dari klien untuk kualitasn lingkungan menjadi rangkaian kekuatan internal yang membentuk rancangan.

Tingkatan Keputusan
Terdapat 4 bagian tahap dalam membuat program untuk menjelaskan kondisi masa depan : membuat misi, membangun tujuan proyek, membuat ketentuan persyaratan tampilan, dan membangun perhubungan konsep.
Misi : agar promis tentang desain menjadi sesuatu yang jelas, misi seharusnya membuat artikulasi yang tidak membuat pembaca bertanya. Misi seharusnya menjawab pertanyaan ,”Kenapa kita mengerjakan proyek ini?” dan “Apa kontribusi proyek ini untuk dunia?”. Webster(1966) mendefinisikan misi sebagai ,
“the special duty or function on which someone is sent, a special task or calling.”
Pernyataan misi merupakan landasan konsep untuk suatu proyek. Semua tujuan, persyaratan tampilan, dan konsep harus mendukung dan searah dengan misi dari proyek.
Tujuan : agar misi dapat dilaksanakan, tujuan seharusnya dibuat dalam bentuk yang jelas kualitasnya. Tujuan merupakan pernyataan dari suatu kualitas ideal dimana rancangan seharusnya sukses secara keseluruhan 100%.
Persyaratan Tampilan : agar tujuan desain dapat direalisasikan, bangunan harus berfungsi secara benar , menunjukkan tahap harapan yang bagus. Persyaratan tampilan merupakan kendaraan untuk komunikasi dari derajat fungsi yang disyaratkan untuk mengimplementasikan tujuan. Persyaratan tampilan disebutkan oleh Pena(1987) sebagai “statement of the problem” yaitu ringkasan dari persyaratan tampilan atau “design criteria.” Hal tersebut juga disebut sebagai “objectives” tetapi kata tersebut terlalu umum, bersinggungan dengan kata “goals”.
Konsep : agar bangunan berfungsi sesuai harapan dari tampilan, secara nyata diatur yang diarahkan untuk fungsi yang diutamakan. Konsep merupakan diagram yang mengilustrasikan perhubungan organisasi secara ideal. Konsep dapat dibuat untuk setiap tingkatan organisasi dalam desain, dari tingkat ide utama sampai dengan tingkat yang detail.

BAGAIMANA PENYESUAIAN PEMROGRAMAN DALAM PROSES DESAIN ?
Proses Konvensional
Dokumen standar menurut AIA membagi desain proses menjadi beberapa tahap, yaitu : pre-design services (termasuk pemrograman), schematic design, design development,construction documents, construction administration, and post-design services.
Masing-masing bagian desain didalam AIA sudah termasuk analisis, sintesis, dan evaluasi. Dokumen program merupakan perjanjian legal antara arsitek dank lien dalam hal ruang lingkup, titik berat, dan arah dari rancangan proyek tersebut. Dengan kata lain, dokumen tersebut merupakan esensi dari problem desain dan perjanjian arsitek untuk membuat kualitas dari tampilan yang diinginkan desain tersebut.
Pre-design Services
Pre-design services selayaknya termasuk didalamnya adalah kebutuhan, studi kelayakan, rencana induk dan jangka panjang, variasi pemilihan dari riset desain, dan terkadang contoh pembangunan. Pemrograman biasanya termasuk servis tambahan dalam tahap pre-design.
Needs Assesment and Feasibility Studies : merupakan tahap pre-design dari proses desain dimana untuk menyelesaikan problem aktifitas sangat penting untuk dikerjakan oleh tenaga ahli pemrograman. Beberapa pre-design sering mempersyaratkan kemampuan untuk membuat sebuah studi kelayakan untuk proyek. Termasuk disini adalah beberapa jenis alternatif proposal konsep untuk lahan tersebut dengan beberapa jenis fungsi, ukuran, konsep, dan biaya untuk diplih klien kita.
Studi kelayakan merupakan bagina yang sangat mendasar untuk pertimbangan yang cukup bagi pemberi dana, pembangun, dan atau klien untuk membuat keputusan terhadap nasib proyek tersebut berjalan atau tidak.
Master Planning : Seperti juga studi kelayakan, adalah pemrograman dengan cara yang singkat dan dengan detail yang minimal. Konsep umum tentang sirkulasi, fungsi bangunan, massa, dan penempatan dikerjakan dengan tahap-tahap perencanaan.
Building Prototypes : Pemrograman dapat menggambarkan kondisi kritis suatu pembangunan dari prototype gedung. Jika suatu rancangan diulang dalam beberapa situasi yang sama, sehingga asumsi dasar dapat diterapkan dengan baik.
Programming Research : Riset untuk pemrograman dalam merancang bangunan dapat berbentuk beberapa macam. Terdapat beberapa macam jenis riset yang dapat dilakukan seorang programer tergantung dari tingkat kesulitan dari penggalian beberapa isu dalam memahami spesifikasi bangunan. Brill(1984) telah melakukannya dalam meningkatkan produktifitas kantor, dan Farbstein(1987) melakukannya dalam mengatur lobbi kantor pos. Marcus(1975) dan Marcus-Sarkisian(1986) melakukan riset terhadap tempat tinggal, dan Howell(1980) juga melakukan riset pengembangan. Perancangan rumah sakit, penjara, sekolah, semua membutuhkan riset pengembangan terhadap literature yang arsitektural sehingga programmer dapat menggunakan sebagai sumber pustaka.
Post-design Services
Post-design services mungkin juga menggunakan kemampuan riset /analisis dan sintesis dari seorang programmer untuk membuat petunjuk bagi pengguna bangunan,adaptasi bangunan, petunjuk terhadap okupansi setelah terbangun, dan mengumpulkan informasi dari proyek sebagai referensi material untuk proyek yang akan dating dengan jenis gedung yang sama.
Building Users’ Manual : salah satu hasil dari kemampuan programmer adalah sebuah petunjuk tentang pembangunan gedung tersebut.

Model lain
Descriptive Models: Heading for a solution
Penjelasan dari proses desain telah sering dlakukan banyak periset untuk menangkap intisari dari apa yang dikerjakan seseorang ketika mereka menemukan ketertarikan baru tentang sesuatu. Proses tersebut mempunyai beberapa jenis, tiga tahap, lima tahap, sepuluh tahap dan beberapa lainnya dengan variasi jumlah dan nama tahap-tahap tersebut(Koberg dan Bagnall 1991,27).
Semua pemaparan tentang proses desain intinya terdapat tiga aktifitas pokok : analisa, sintesa, evaluasi. Pemrograman konsisten terhadap tiga bagian aktifitas ini dalam proporsi masing-masing.
Proses tersebut tidak linier, mulai dari analisis, sintesis, evaluasi, tidak terdapat tahapan yang selalu lurus.

Zeisel Model
Zeisel seorang sosiolog, mempunyai pandangan tersendiri tentang proses desain. Dia berpendapat tentang imaging, presenting, dan testing.
Imaging adalah bagian dari sintesis, yang membangun sebuah konsep tentang apa yang selayaknya ada untuk kondisi masa depan. Presenting adalah akktifitas pembuatan gambar yang dapat dikomunikasikan ke orang lain, berupa gambar, maket, atau computer.
Testing merupakan bagian dari proses evaluasi, dimana image(konsep) dapat diterima kesesuaiannya dengan criteria dari program desain.

Interaksi Program dengan Perancangan
Programer mungkin membuat dokumen program yang berdiri sendiri atau terlepas dari perancang. Ataupun menjadi satu bagian dengan proses desain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s