Mengelola Konsep

Mengapa konsep harus dikelola ? mungkin pertanyaan tersebut muncul sebelum kita lebih dalam mempelajari tentang proses mengelola konsep. Didalam perancangan arsitektur kita musti mempunyai sebuah strategi dalam menyelesaikan banyak permasalahan yang muncul. Seperti kita ketahui dalam topik diskusi sebelumnya konsep merupakan lebih banyak berhubungan dengan penyelesaian-penyelesaian secara sistematik dalam setiap aspek persoalan perancangan arsitektur.

Banyak aspek yang disentuh dalam perancangan arsitektur. dengan banyaknya aspek tersebut tentu tidak gambang untuk membuat pengaturan terhadap masing-masing aspek yang perlu diselesaikan dalam skal prioritas. Menyelesaikan skala prioritas menjadi sangat penting ketika menyangkut parameter waktu penyelesaian. Tidaklah mungkin menyelesaikan semua persoalan jika tidak di eskalasikan dan dipetakan arean mana dalam seluruh persoalan tersebut yang membutuhkan penanganan khusus.

Jangan dibayangkan sebuah konsep terus semua masalah akan terselesaikan ! dalam setiap aspek arsitktur anda akan menemui persoalan yang harus diselesaiakan sesuai dengan tema yang anda usung. Tema ? yah, memang kita dalam membuat konsep-konsep arsitektural harus didasarkan pada pemahaman tema yang kita munculkan diawal perancangan. Kenapa harus sesuai tema ? karena agar semua konsep yang kita hasilkan mempunyai satu pedoman latar belakang yang sama, sehingga lebih mudah dalam membuat struktur pertanggungjawaban yang konsisten. Meskipun berinduk pada sebuah tema, konsep-konsep ini juga sebaiknya dikelompokkan dalam beberapa grup agar mudah mengenali persoalan dan penyelesaiannya.

Kita dapat meng-konsetrasikan konsep-konsep tersebut dalam grup-grup yang sudah kita tentukan. Penentuan grup tersebut sangat tergantung dengan tujuan dari tematik kita. Sehingga tematik yang kita rancang dapat diujudkan dalam konsep-konsep tersebut.

Tematik ——-[grup]—–konsep-konsep

Keuntungan yang didapat jika kita melakukan prosedur yang terstruktur dalam pengelolaan adalah proses evaluasi dan mencari titik kesalahan dalam proses perancangan jadi lebih mudah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s