Kearifan Lokal

Kearifan Lokal

Banyak dari kita masih menganggap bahwa arsitektur (bangunan) lokal merupakan bangunan yang tidak efisien dan efektif. Dalam pikiran saya juga mempertanyakan apa sebenarnya yang membuat terminologi itu muncul. Karena faktual yang saya dapatkan sendiri justru mempunyai kondisi yang terbalik. Justru arsitektur lokal sangatlah mempunyai adaptabilitas yang cukup tinggi. Pada prinsipnya arsitektur lokal tumbuh secara alami dengan durasi waktu yang cukup panjang. Dengan ujian-ujian yang banyak dilakukan oleh alam dan habitat sekitarnya, arsitektur lokal mempunyai daya tahan yang dapat diandalkan dalam waktu yang lama.

One thought on “Kearifan Lokal

  1. Menurut saya munculnya anggapan bahwa arsitektur lokal tidak memiliki tingkat efisiensi yang tinggi dan tak efektif muncul akibat stigma yang keliru pada masyarakat kita yang menganggap bahwa yang menggunakan arsitektur lokal adalah masyarakat pra sejahtera atau masyarakat di bawah garis kemiskinan. sehingga untuk menekan gengsi akhirnya mereka yang salah kaprah mengganti arsitektur lokal yang mereka punya menjadi arsitektur barat yang sebenarnya tidak cocok diterapkan di iklim seperti Indonesia. Saya mengutip dari studi seorang dosen yang mengatakan saat beliau melakukan riset di sebuah desa di Pati, Jawa Tengah. Di desa itu ada 12 bangunan joglo dan satu bangunan sudah dalam tahap pembongkaran karena dibeli oleh konglomerat di Jakarta untuk diletakkan pada sebuah restoran di sana. Selidik punya selidik, beliau mendapat informasi bahwa pihak kelurahan pada desa itu memiliki satu pernyataan bahwa masyarakat yang masih menggunakan kayu pada elemen rumahnya dianggap sebagai masyarakat kurang mampu atau masyarakat pra sejahtera. Dan tahun lalu, beliau mengatakan hanya tinggal satu joglo saja yang tersisa pada desa tersebut. Menurut saya itulah bukti nyata salah kaprahnya masyarakat Indonesia menganggap arsitektur lokal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s