Darimana sih proses merancang arsitektur harus dimulai ?

Jika seseorang perancang ingin melakukan sebuah proses perancangan, sebaiknya dimulai dari mana yang benar ?

Mungkin pertanyaan tersebut muncul ketika terjadi kebingungan awal saat memulai merancang. Tidak ada rumus pasti tentang keharusan titik awal merancang dimulai dari mana. Sehingga dengan kata lain bahwa merancang dapat dimulai dari kontek mana saja. Tidak terdapat batasan yang pasti tentang hal tersebut.

Saya sering membincangkan masalah ini kepada mahasiswa saya, bahwa jika ingin merancang arsitektur kita tidak perlu takut untuk memulai dari mana saja. Sering saya umpamakan seperti seseorang yang ingin memecahkan sebuah balon dengan jarum, kita dapat menusukkan jarum dari arah mana saja. kita dapat masuk kedalam sebuah bentuk bola tersebut dari arah mana saja. sehingga masing-masing proses perancangan memang dimulai dari titik koordinat konteks yang berbeda. Masing-masing koordinat konteks rancangan mempunyai arah tujuan yang berbeda. Sehingga masing-masing konsep rancangan akan mempunyai konteks kebenaran sendiri sesuai dengan arah tujuan mereka.

Apakah bisa dikatakan bahwa setiap perancangan berarti tidak ada yang salah ?

Dalam ranah eksistensi sebuah konsep ruang arsitektur bisa dikatakan “ya”. Sesuai dengan pemahaman diatas bahwa setiap koordinat perancangan mempunyai konteks kebenaran masing-masing. Yang mungkin perlu diperhatikan secara seksama adalah bagaimana melakukan apresiasi yang baik terhadap sebuah karya rancangan arsitektur tersebut.

Merancang dapat dimulai ketika seseorang perancang sangat mumpuni dalam sebuah bidang. Sebagai contoh adalah ketika seseorang arsitek sangat mengetahui banyak tentang karakteristik material bangunan, mulai dari sifat kekerasan , struktur susunan bahan yang terkandung, kekempuan material ketika disusun dalam sebuh rangkaian, reaksi material jika terkena zat kimia, kemampuan material tersebut ketika menerima beban, dan lain sebagainya, maka arsitek tersebut akan dapat memperlakukan material tersebut sesuai dengan karaktersitik dan perilaku yang dipunyai dalam membentuk ruang arsitektur. Arsitek secara jujur akan mengatur potensi-potensi yang dipunyai material tersebut untuk menghasilkan sebuah tektonika arstektur yang bagus. Lihatlah sebuah bangunan bambu yang sangat indah dengan karakteristik lengkungan dan kebersatuan dalam mengatasi beban bangunan maupun angin dalam sebuah susunan yang indah.

 dscn1542

 Jikalau seorang anda sangat menguasai dalam hal struktur bangunan, maka tidaklah haram jika anda mendasarkan setiap proses perancangan arsitektur yang anda kerjakan berangkat dari konsepsi struktur bangunan. Kita ketahui bahwa struktur sendiri juga mempunyai sebaran cukup banyak kontek bahasannya. dan sekali lagi anda sah-sah saja untuk berangkat dari konteks konteks tersebut.

Sekarang anda sudah paham bahwa tidak ada alasan lagi untuk ketidak mampuan merancang dari seorang arsitek maupun calon arsitek bukan ?

Iklan